Rasa Syukur Kepada Allah Swt.

    Biasanya kita suka mengucap "Alhamdulillah" ketika kita merasa senang ataupun bahagia dan diucapkan ketika kita di berikan nikmat. 
Itu adalah bentuk rasa syukur kita dari apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. 

  Nikmat, rejeki semata-mata dari Allah SWT. Usaha kita seperti bekerja keras, berwirausaha itu salah satu bentuk ikhtiar kita proses untuk mendapatkan nikmat ataupun rejeki. 

  Tapi semua itu Allah SWT lah yang menentukan seseorang untuk mendapatkan nikmat dan rejeki tersebut. Dalam hidup juga jangan terlalu berpatok pada pekerjaan saja. 

 Lakukanlah kegiatan ibadah lainnya seperti mengaji, datang ke majelis, melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Niscaya Allah SWT akan memberikan nikmat kita lebih banyak lagi dan membuat kita jadi merasa cukup. 

Karena sejatinya cukup itu adalah level teraman dan nyaman kita dalam menjalani kehidupan. Juga kalau kita melihat banyak orang bekerja keras untuk menjadi kaya tapi dia merasa tidak pernah cukup karena kepuasa dirinya selalu ingin lebih dan lebih. 

Ada juga orang yang bekerja biasa aja pendapatan juga lebih rendah tapi dia merasa cukup dan hidupnya nyaman dan aman. Karenanya arti cukup dalam kehidupan sangat penting. 

Cukup sama halnya juga sederhana. Alhamdulillah dengan apa yang diberi dan hasil yang didapat setiap harinya sehabis melakukan pekerjaan ataupun berdagang. 

AlhamdulillahKalimat Alhamdulillah berasal dari bahasa Arab dan telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, bahkan sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

  Dalam pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti Alhamdulillah ialah segala puji bagi Allah SWT. Kalimat ini telah disebutkan sebanyak 22 kali dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al Fatihah (1:1), Yunus (10:10), dan Al-An’am (6:45).


Alhamdulillah juga termasuk dalam kalimat zikir yang harus senantiasa diungkapkan, selain kalimat Subhanallah dan juga Allahu Akbar.

Alhamdulillah (اَلْحَمْدُلِلّهِ) memiliki arti ‘Segala Puji Bagi Allah’. Dalam penggunaannya, kalimat tersebut sering diucapakan seperti ayat kedua dalam surat Al-Fatihah.
Yakni dalam kalimat ‘Alhamdu lillahi Robbil ‘Alamin’, yang artinya: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’

Alhamdulillah lazim digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur. Kalimat alhamdulillah termasuk kepada ucapan syukur, yang merupakan salah satu sifat terpuji.

Jurnal El-Qanuny IAIN Padangsidimpuan mencatat, dalam uslub Al-Qur'an, kata syukur diungkapkan dalam istilah ‘syukur’.
Dalam banyak ayat Al-Qur'an, kata syukur sering disandingkan dengan kata zikir.

Istilah lain yang memiliki kesamaan makna dengannya adalah kata al-hamdu dan al-tsana’
Lafaz ini terdiri dari kata ‘hamd’ yang artinya pujian, sedangkan ‘al’ bermakna segala, jadi ‘al hamdu’ berarti segala puji, sedangkan ‘li’ dan ‘Allah’ artinya bagi Allah.

Jika dirangkai dalam satu kalimat maka arti Alhamdulillah adalah ‘segala puji bagi Allah’.
Penambahan kata ‘al’ dalam kalimat al hamdu dalam bahasa Arab disebut sebagai alif lam.

  Dalam tatanan bahasa Arab, alif lam tersebut menunjukkan arti lil al-istigraq yang artinya meliputi segala sesuatu.
Dengan adanya alif lam, makna kalimat tahmid mencakup segenap pujian dan segenap syukur baik atas segala hal yang didapatkan.

Begitu pun dengan keberadaan huruf lam yang membuat makna lil al-ghayah pada kalimat tahmid. Lil al-ghayah artinya menunjukkan tujuan, sehingga kata ‘Lillah’ diartikan sebagai ‘untuk Allah’, artinya kepada siapa pun memuji, tujuan akhirnya tetap karena dan untuk Allah SWT (Lillahi).

Bersyukur sering dikaitkan dengan arti alhamdulillah karena bisa diucapkan dalam hati atau langsung yang merupakan tanda bahwa seseorang senantiasa mengingat Allah SWT dalam senang maupun susah.

    Syukur dibagi atas 3 ekspresi : 

1. Syukur diucapkan dengan lisan seperti "alhamdulillah". 

2. Syukur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, kita gunakan untuk ber sodaqoh dan beramal berbagi kepada yang membutuhkan. 
Beramal untuk dirinya, tubuhnya, keluarganya. Senantiasa Allah SWT akan memberikan berlipat ganda rejeki yang banyak. 
Amalannya pun akan menjaga pula ketika di akhirat nanti. 

3. Syukur dengan hati, mengakui diri ini karena hanya Allah SWT yang menentukan semua rezeki setiap manusia. Apa yang kita dapat setiap harinya ketika sehabis bekerja, berdagang, berjasa dan mendapatkan hasil itu semua karena Allah SWT. 






Komentar